Daftar Isi
Mineral
Mineral adalah salah satu komponen nutrisi yang berperan penting dalam kelangsungan hidup ternak. Mineral dibedakan menjadi 2 yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro yaitu mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak >100 mg/kg pakan. Contoh komponen mineral makro antara lain :
- kalsium (Ca)
- fosfor (P)
- potasium (K)
- sodium (Na)
- klorida (Cl)
- magnesium (Mg)
- sulfur (S)
Sedangkan, mineral mikro yaitu mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit <100 mg/kg pakan. Komponen mineral mikro yaitu :
- manganese (Mn)
- iron (Fe)
- copper (Cu)
- zinc (Zn)
- iodine (I)
- selenium (Se)
Mineral mikro disebut juga sebagai trace minerals. Memiliki peranan penting dalam berbagai reaksi metabolisme, enzimatik dan biokimia pada tubuh. Namun, sering kali ketersediaannya terabaikan dalam komponen pakan. Hal tersebut yang dapat menimbulkan potensi terjadinya kasus defisiensi trace minerals. Meskipun secara gejala klinis kasus defisiensi nutrisi termasuk trace minerals sangat sulit dibedakan di lapangan.
Secara umum trace minerals dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, namun yang perlu kita garis bawahi adalah jika tidak tersedia maka dapat menyebabkan dampak negatif bagi ternak. Lalu apa saja peran trace minerals dalam pakan unggas? Artikel ini akan mengulas secara lengkap peran trace minerals dalam pakan unggas.

Fungsi Trace Minerals
Trace minerals memiliki fungsi yang penting bagi ternak. Masing-masing trace minerals memiliki fungsi yang spesifik antara lain :
1.Manganese (Mn)
Aktivator enzim untuk metabolisme lemak dan karbohidrat, ikut serta dalam proses pembentukan tulang, menentukan kualitas kerabang telur
2. Iron (Fe)
Penyusun enzim katalase dan peroksidase serta menyusun hemoglobin
3. Copper (Cu)
Memegang peranan dalam enzim, sintesa hemoglobin dan pigmen
4. Zinc (Zn)
Komponen dan aktifator enzim seperti karbonat-anhidrase dalam sel darah merah, karboksi peptidase dan dehidrogenase dalam hati (Sukariada et al., 2014), bertanggung jawab terhadap perkembangan embrio dan pembentukan tulang
5. Iodine (I)
Menyusun hormon thyroid yang berperan mengatur sistem metabolisme
6. Selenium (Se)
Komponen dari gluthatione peroxidase, iodine metabolisme, sistem imunitas.
Kebutuhan Trace Minerals pada Unggas
Unggas mendapatkan sebagian besar mineral yang dibutuhkannya dari pakan dan sebagian kecil dari air minum. Oleh karena itu, perlu adanya suplementasi atau penambahan mineral dalam pakan agar kebutuhan mineral terpenuhi. Kebutuhan mineral makro sebagian besar dapat dipenuhi dari penambahan bahan baku sumber mineral seperti tepung atau grit batu, MCP, DCP, sodium bikarbonat, dll. Sedangkan kebutuhan mineral mikro selain disuplai dari semua bahan baku yang digunakan, juga berasal dari penambahan premix dalam pakan. Penambahan dari premix inilah merupakan suplai terbesar. Level suplementasi atau penambahan mineral dapat dibagi menjadi empat yaitu :
- Defisiensi
Bila level suplementasi di bawah rekomendasi, dimana ayam akan sangat berisiko untuk mengalami kasus defisiensi dan menunjukkan gejala defisiensi. - Sub optimal
Bila level suplementasi sesuai dengan rekomendasi, dimana subklinis defisiensi dapat terjadi saat ayam mengalami stres atau sakit. Level ini tidak mencukupi untuk produktivitas dan performa maksimal. - Optimal
Bila level suplementasi sudah mempertimbangkan situasi lapangan sehingga ayam mencapai potensi genetiknya. - Overdosis
Bila level suplementasi lebih dari batas toksik pada ternak sehingga menimbulkan toksisitas.
Idealnya suplementasi trace minerals dilakukan pada level optimal sehingga performa ternak yang dihasilkan juga optimal. Berikut Tabel 1. merupakan kebutuhan trace minerals pada ayam broiler dan layer.

Untuk menghindari terjadinya toksisitas pada ternak, suplementasi trace minerals harus memperhatikan juga batas toleransinya. Tabel 2. batas toleransi kebutuhan trace minerals pada ayam broiler dan layer.

Selain itu, perbaikan genetik yang ada saat ini membuat ayam modern menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Agar target tersebut tercapai, maka ayam modern harus melakukan proses metabolisme dengan lebih cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan kebutuhan mineral meningkat, termasuk trace minerals. Karena trace minerals juga berperan aktif dalam berbagai proses metabolisme tubuh seperti prekursor (bahan pembantu) kerja enzim, hormon dan ion transport. Tabel 3. menunjukan perbedaan kebutuhan trace minerals pada ayam layer modern saat ini dibandingkan dengan NRC.

Kebutuhan trace minerals dalam pakan juga dapat mempertimbangkan kualitas bahan baku pakan. Hal tersebut bisa dilihat dari segi kecernaan masing-masing bahan baku yang digunakan dalam campuran formulasi pakan. Jadi, meskipun kandungan trace minerals ada dalam bahan pakan, namun harus diperhatikan juga terkait tingkat kecernaannya. Kecernaan mineral akan berkorelasi dengan penyerapan mineral oleh ternak. Tabel 4. menunjukkan contoh kecernaan trace minerals dalam bahan baku pakan.

Peran Trace Minerals pada Unggas
Komponen trace minerals memiliki fungsi dan manfaat yang spesifik bagi tubuh ternak. Kombinasi trace minerals dapat bekerja secara sinergis, namun ada juga yang bersifat antagonis atau berlawanan. Hal tersebut bisa disebabkan jumlah antar mineral yang berbeda atau tidak seimbang. Sehingga penting memperhatikan konsep pemberian mineral dengan jumlah yang tepat dan seimbang.
Beberapa penelitian telah banyak yang mengulas dampak positif dari suplementasi trace minerals pada pakan, antara lain :
- Produktivitas ayam broiler dan buras
Hatab et al., (2022) dalam penelitiannya membuktikan bahwa suplementasi mineral zinc (Zn) pada ayam broiler strain Cobb umur 5 minggu yaitu dengan dosis suplementasi 40–60 mg/kg pakan dapat meningkatkan bobot badan dan mengoptimalkan FCR. Selain itu, Fahrina et al., (2021) dalam penelitiannya pada ayam buras ayam IPB-D3 yaitu dengan dosis suplementasi 60 mg/kg dalam pakan dapat meningkatkan bobot badan dan mengoptimalkan efisiensi pakan.
Mineral zinc (Zn) dikenal sebagai trace minerals essensial sebagai kofaktor berbagai macam enzim dalam sistem metabolisme (Bun et al., 2011). Sehingga suplementasi zinc (Zn) dapat membantu proses metabolisme dalam meningkatkan performa ternak. - Produktivitas ayam layer
Penggunaan Endomix yang mengandung kombinasi trace minerals pada ayam petelur strain Lohmann umur 72 minggu dengan dosis 500 gram/ton pakan terbukti mampu meningkatkan produktivitas yaitu produksi telur (% HD) dan mengoptimalkan FCR.

- Kualitas kerabang telur
Trace minerals salah satunya seperti Mn mampu meningkatkan kualitas kerabang telur seperti berat kerabang dan ketebalan kerabang. Venglovska et al. (2014) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa suplementasi Mn dapat meningkatkan berat kerabang dan ketebalan kerabang dibandingkan perlakuan kontrol (tanpa suplementasi Mn). Sebaliknya kekurangan mineral Mn dapat menyebabkan penurunan kualitas kerabang salah satunya seperti kerabang telur berbintik.


Selain itu, penambahan trace minerals juga dapat meningkatkan kerapatan kerabang telur. Berdasarkan penelitian Qiu et al. (2019) menjelaskan bahwa suplementasi trace minerals Zn, I, Mn, Cu, meningkatkan kerapatan kerabang (ukuran mammillary knob mengecil, meningkatkan ketebalan lapisan palisade). Ukuran mammilary knob yang membentuk jaringan palisade akan membesar seiring dengan bertambahnya umur ayam. Sehingga, kerapatan kerabang tersebut akan berkorelasi dengan kekuatan kerabangnya. Kerapatan kerabang telur bisa kita lihat melalui tools kit egg candling (corong candling dan lampu senter).


Keterangan :
1 : sangat berbercak; 2 : berbercak; 3 : berbercak ringan; 4 : kurang berbercak

Selain itu, kombinasi kandungan trace minerals seperti dalam Endomix juga berfungsi dalam mengoptimalkan kualitas kerabang telur seperti warna kerabang telur. Hal tersebut dapat membantu ketika menjumpai kasus di lapangan ada penurunan kualitas kerabang telur yang tidak homogen atau pucat. Selain itu, ketika umur ayam sudah tua (semakin tua umur ayam warna kerabang semakin pucat) untuk mempertahankan warna kerabang telurnya, penambahan Endomix merupakan pilihan yang tepat.
Beberapa unsur mikronutrien seperti Fe, Cu, Mn, dan Zn berfungsi sebagai kelat pembawa pada struktur molekul protoporfirin IX (Solomon, 1987), sehingga ketika suplai mikro mineral terpenuhi proses pigmentasi kerabang optimal.

- Antioksidan
Ayam modern saat ini lebih rentan mengalami stres, sehingga memicu peningkatan produksi radikal bebas dala tubuh. Beberapa mikro mineral (trace minerals) berperan sebagai antioksidan yang memiliki kemampuan dalam menangkap radikal bebas. Trace minerals tersebut diantaranya seperti Zn, Se, dan Cr. Suplementasi trace minerals dapat ditambahkan dalam pakan seperti Endomix yang mengandung kombinasi trace minerals.

- Sistem imun
Salah satu indikator penentuan kesehatan ternak yaitu dengan pengukuran organ limfoid. Fahrina et al. (2021) dalam penelitiannya pada ayam buras Ayam IPB-D3 yaitu dengan dosis suplementasi Zn 60 mg/kg membandingkan ukuran organ limpa (organ kekebalan) untuk mengetahui kesehatan ternak yang dilakukan suplementasi Zn dibandingkan kontrol.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa mineral Zn berpengaruh signifikan terhadap persentase limpa. Pakan yang tidak mengandung mineral Zn memilki ukuran limpa yang lebih besar walaupun masih dalam kisaran normal. Persentase bobot limpa pada penelitian yaitu 0,14–0,19%, normalnya persentasi limpa adalah 0,11%-0,23% dari bobot hidup. Menurut Jamilah et al. (2013) limpa akan mengalami pembesaran ukuran (bengkak) pada ayam yang terinfeksi suatu penyakit, disebabkan limpa menampung antigen lebih banyak. Hal tersebut menunjukan adanya respon pada ayam yang terinfeksi penyakit.
Demikian sekilas info tentang peran trace minerals dalam pakan unggas. Semoga bermanfaat.