Menjelang Hari Raya Idul Adha, para peternak di berbagai daerah mulai sibuk menyiapkan lapak ternaknya. Hal yang menjadi fokus utama adalah kualitas dan kesehatan hewan kurban yang akan dijual kepada konsumen. Beberpa hal yang perlu dipersiapkan antara lain mempersiapkan kandang yang bersih dan aman, memastikan ketersediaan hewan kurban yang memenuhi syarat syariat, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta memastikan kesehatan ternak.
1. Persiapan Kandang
Memastikan kandang kuat, aman, nyaman bagi ternak, memiliki ventilasi yang baik agar sikrulasi udara tetap terjaga. Serta sediakan ruang yang cukup ruang yang cukup agar sapi tidak merasa tertekan. Jaga kebersihan kandang agar terhindar dari penyebaran penyakit, dan bersihkan kotoran secara rutin. Desinfeksi kandang kosong dengan Sporades, kemudiaan saat kandang sudah terisi lakukan desinfeksi dengan Medisep atau Neo Antisep.
2. Penyediaan hewan kurban
Memastikan hewan kurban memenuhi syarat syariat. Sapi, kambing, atau domba mencapai usia minimal yang telah ditentukan. Ternak sehat dan tidak cacat. Serta pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas kesehatan hewan.
3. Pemenuhan nutrisi
Memastikan sapi mendapatkan pakan yang cukup dan berkualitas, seperti hijauan dan konsentrat (pakan tambahan). Ternak yang dipelihara secara intensif tidak dianjurkan pemberian rumput yang masih segar. Sebaiknya rumput dilayukan terlebih dulu sebelum diberikan pada ternak. Selain mencegah cacingan, hal tersebut juga dapat mencegah kasus kembung. Sediakan air bersih dan segar dalam jumlah yang cukup setiap saat (selalu tersedia). Berikan suplemen pakan seperti, seperti vitamin, mineral, asam amnio yang terkandung dalam Mix Plus Cattle Pro untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan sapi.
4. Pemeliharaan kesehatan ternak
Melakukan pemeriksaan kesehatan sapi secara rutin, termasuk pengecekan suhu tubuh, tanda-tanda penyakit, dan kondisi fisik umum. Pastikan sapi telah divaksinasi terhadap penyakit yang umum menyerang ternak, seperti penyakit mulut dan kuku. Selain vaksinasi program pencegahan penyakit yang lain adalah pengendalian kasus cacingan pada ternak dapat dilakukan iuntuk memutus siklus hidup cacing tersebut yakni dengan pemberian obat cacing. Cara ini cukup efektif untuk memberantas kasus cacingan pada sapi yang tingkat kejadiannya cukup sering. Beberapa gejala umum yang terjadi pada ternak yang terinfeksi cacingan antara lain:
- Infeksi cacing dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan pada ternak. Ternak yang terinfeksi cacing tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Pada ternak muda dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan karena cacing mengganggu penyerapan nutrisi.
- Infeksi cacing dapat menyebabkan sapi kehilangan nafsu makan karena peradangan dan kerusakan pada saluran pencernaan.yang buruk. Sapi yang terinfeksi cacingan juga dapat menunjukkan bulu kusam.
- Beberapa jenis, bisa mengisap darah dari saluran pencernaan sapi, menyebabkan anemia atau rendahnya jumlah sel darah merah. Ada pula cacing yang menyerang organ hati sehingga mengganggu pembentukan sel darah merah dan menyebabkan anemia.
- Infeksi cacing yang berat dapat menyebabkan sapi menjadi lemah, depresi, dan kurang aktif.
- Beberapa jenis cacing seperti Fasciola gigantica (cacing hati), dapat menyebabkan edema atau pembengkakan di beberapa bagian tubuh sapi terutama di bawah rongga mulut dan leher.
Pencegahan cacingan
Mempersiapkan ternak bebas cacingan sangat penting untuk memastikan kualitas ternak yang sehat. Cacingan pada ternak dapat mempengaruhi kesehatannya dan bahkan ada beberapa jenis cacingan yang dapat menular ke manusia jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah cacingan pada ternak antara lain:
1. Pemberian obat cacing secara teratur
Hal ini merupakan langkah utama sebagai penanganan dan pengendalian kasus cacingan baik pada sapi, kambing maupun domba. Pemberian obat cacing ditujukan mengobati cacingandan sebagai pencegahan sebelum muncul infeksi cacingan atau pada sapi yang masih nampak sehat. Obat cacing perlu diulang secara berkala setiap 3-4 bulan sekali. Obat cacing perlu diberikan secara rutin untuk membasmi cacing secara tuntas dan memutus siklus hidup cacing tersebut. Contoh obat cacing yang mudah diaplikasikan adalah Wormectin Plus-B dalam bentuk sediaan bolus yang langsung dicekokkan ke dalam mulut. Selain itu ada juga Wormectin Liquid yang diaplikasikan dengan dioleskan pada bagian garis punggung dari tengkuk hingga ekor. Wormectin Liquid dapat mengobati dan mencegah cacing nematoda (cacing gilig pencernaan dan cacing paru) dan infeksi ektoparasit (kutu, tungau, caplak, dan insekta lainnya). Wormectin Plus-B dapat mengobati dan mencegah cacing cacing gilig, cacing pita dan cacing hati dewasa pada ternak. Program pemberian obat cacing dilakukan pada awal kedatangan ternak di kandang agar 3 bulan pemeliharaan penggemukan agar infeksi cacingan sudah terkendali.
Grafik 1. Persentase penurunan jumlah total telur cacing pada feses

hal ini ditunjukan dengan penurunan jumlah total telur cacing pada feses sebesar 100%.
2. Sanitasi kandang dan lingkungan secara rutin
Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar dapat menekan kasus cacingan. Tanpa didukung dengan sanitasi yang baik maka kasus cacingan akan terus berulang. Bersihkan kotoran hewan yang menumpuk secara rutin, saluran pembuangan air di kandang dan mencegah adanya kubangan air supaya kondisi kandang tidak lembap dan becek.
3. Pemberian rumput
Sebaiknya rumput dilayukan terlebih dulu sebelum diberikan pada ternak. Selain mencegah cacingan, hal tersebut juga dapat mencegah kasus kembung.
4. Eliminasi populasi inang antara
Inang antara adalah inang yang menampung parasit hanya untuk periode transisi yang sebentar atau sementara sebelum mencapai ke inang definitif. Cacing hati membutuhkan inang antara yaitu siput air tawar untuk kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu siput air tawar memegang peran penting dalam terjadinya kasus cacing hati pada sapi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol populasi siput ini adalah dengan memelihara itik atau bebek yang berperan sebagai predator alami inang antara tersebut.
5. Pemeriksaan feses
Penularan kasus cacingan sangat mudah terjadi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor pemicu. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya monitoring secara rutin (2-3 bulan sekali) terhadap telur dan larva cacing melalui uji feses.
6. Pemberian pakan yang sehat
Pakan ternak yang bergizi dan sehat akan membantu memperkuat daya tahan tubuh ternak terhadap infeksi cacing. Pastikan ternak mendapatkan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya dan tambahkan Mix Plus Cattle Pro yang mengandung multivitamin, mineral, dan asam amino yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan ternak. Penambahan Mix Plus Cattle Pro dapat meningkatkan metabolisme dan pencernaan pakan, meningkatkan pertambahan bobot badan, serta meningkatkan efisiensi pakan.